Selasa, 29 Januari 2013

Kebutuhan Beras 68,606 Ton/Tahun

LEMBURSITU -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kardina Karsoedi mengatakan kebutuhan beras di Kota sukabumi mencapai 68,606 ton/tahun dari jumlah penduduk 299,247 jiwa. "Dengan data tersebut Kota Sukabumi hanya bisa menghasilkan beras 50 persen.Dan 50 persen lagi didatangkan dari luar daerah seperti Cianjur, Kuningan dan Kabupaten Sukabumi,"bebernya. Menurutnya, kebutuhan beras untuk Kota Sukabumi harus dibarengi tingkat produktivitas pertanian yang baik karena kalau tidak lahan produksi Kota Sukabumi sudah menipis dari tahun ke tahun berubah fungsi menjadi pemukiman."Untuk produktifitas Kota Sukabumi saat ini mencapai 6,65 persen dari luas wilayah 1.758 hektare,"paparnya. Menyikapi masalah tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan gencar mengadakan peyuluhan kepada para kelompok tani di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi. "Pemberian pengetahuan tentang tata cara bagaimana memilih benih, adopsi tehnologi dan mengurus tanaman kami berikan agar tingkat produktifitas terus meningkat, "tandasnya. Menurutnya meski lahan kota banyak beralih fungsi jadi bangunan diharapkan tingkat produktifitas di atas normal seperti diajurkan pemerintah pusat sebesar lima persen, saat ini Kota Sukabumi akan terus gencar memberikan peyuluhan kepada setiap kelompok tani di tujuh kecamatan. Menurutnya untuk saat ini penghasil padi didominasi Kecamatan Lembur Situ, Baros dan Cibeureum."Empat kecamatan lainnya sudah tak begitu dominan mengingat kecamatan tersebut sudah dipenuhi pemukiman.Untuk idealnya panen setiap tahun tiga kali namun ada juga yang dua kali,"katanya. Pihaknya juga menganjurkan kepada kelompok tani untuk menanam tanaman dapur keluarga (Takaduga) seperti cabe, tomat, dan holtikultura lainnya. Untuk saat ini kelompok tani di Kota Sukabumi mencapai 145 kelompok. Ia menjelaskan pihaknya selalu memberikan penyuluhan kepada setiap kelompok tersebut. Ditanya soal peyempitan lahan pertanian menurutnya memang tak bisa dihindarkan karena mereka membangun di tanahnya sendiri. Pihaknya cuma bisa menghimbau kepada masyarakat agar tidak membangun bangunan di tanah produktif. "Kebijakan tetang peraturan kepada masyarakat agar tidak membangun di wilayah produktif memang sangat dibutuhkan mengingat tahun ke tahun terus meyempit, "pungkasnya.(hnd)